HARGOREJO – Kalurahan Hargorejo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN International Learning Express (LeX) yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara dengan pemerintah serta masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony KKN International Learning Express (LeX) pada Rabu, 16 September 2026, pukul 08.00 WIB di Balai Kalurahan Hargorejo.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa internasional, perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Hargorejo Bhekti Murdayanto, S.E., Carik Hargorejo Siti Nura’eni, Dukuh Gunung Kukusan Jemadi, Dukuh Sangkrek Ahmad Mawardi, serta jajaran dan staf KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Turut hadir para fasilitator akademik dan mahasiswa peserta Learning Express Programme.
Perwakilan UMY, Lutfi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun international friendship serta memperluas pengalaman dan wawasan melalui interaksi antarmahasiswa dari berbagai negara.
Perwakilan Singapore Polytechnic menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan dari Pemerintah Kalurahan Hargorejo. Ia berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran baru selama berada di Hargorejo.
Sementara itu, Mr. Muneaki Sakamoto dari Kanazawa Institute of Technology mengajak seluruh pihak untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan kepada para peserta.
Lurah Hargorejo Bhekti Murdayanto, S.E., menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Kehadiran peserta Learning Express diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Hargorejo sekaligus membangun ruang pertukaran pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Hargorejo memperkenalkan profil singkat wilayah beserta sejumlah potensi yang dimiliki masyarakat. Salah satunya adalah Padukuhan Gunung Kukusan dengan kawasan pertanian terpadu, serta potensi produk lokal berupa gula merah dan gula kristal yang juga terdapat di Padukuhan Sangkrek.
Hargorejo juga memiliki modal sosial berupa semangat gotong royong masyarakat yang masih tinggi. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, antara lain jumlah warga kurang mampu yang masih cukup banyak, terbatasnya peluang kerja, serta tingkat pendapatan masyarakat yang relatif kecil.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kalurahan Hargorejo berharap kegiatan Learning Express dapat menjadi ruang untuk menggali berbagai gagasan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu harapan yang disampaikan adalah pengembangan teknologi tepat guna yang dapat mendukung kegiatan masyarakat, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan akademisi internasional tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai kehidupan masyarakat di Hargorejo, tetapi juga dapat belajar dari potensi, kearifan, dan pengalaman masyarakat setempat. Sebaliknya, masyarakat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan bertukar pengetahuan dengan peserta dari berbagai negara.
Kegiatan KKN International Learning Express di Hargorejo diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama serta membuka peluang lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Ajru F.
Editor: Fitriana