Hargorejo – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul Menang Sekejap, Lost Forever: Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia, karya AR. Faiq Adinata, terbitan Zahr Publishing. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Kliripan, Kalurahan Hargorejo, pada Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak aktivitas perjudian melalui platform digital sekaligus mendorong budaya literasi di tengah masyarakat. Berbagai unsur masyarakat turut hadir dalam kegiatan, di antaranya M. Hadi Pranoto, S.IP., MPP., selaku perwakilan DPAD DIY; Kanit Reskrim Polsek Kokap Iptu Aris Susanto; Babinsa; Bhabinkamtibmas; Dukuh Kliripan; serta warga masyarakat yang terdiri atas kelompok tani, karang taruna, pelaku seni, dan tokoh masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ika Damayanti Fatma Negara, S.IP., Anggota DPRD DIY Komisi D; Rio Anggi Fernando, S.Sos., selaku editor; serta Guntur Yudhianto, praktisi yang turut membagikan pengalaman mengenai dampak aktivitas perjudian digital di lingkungan keluarga.
Dukuh Kliripan, Setya Hariyanta, dalam sambutannya menyampaikan permohonan izin dari Lurah Hargorejo yang tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain pada waktu yang bersamaan. Setya berharap kegiatan bedah buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menambah wawasan mengenai berbagai risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas perjudian melalui platform digital.
Sementara itu, M. Hadi Pranoto, S.IP., MPP., menyampaikan pentingnya meningkatkan minat, daya, dan keterampilan membaca masyarakat. Menurutnya, kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi serta menyampaikan kembali inti dari bacaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak mempraktikkan teknik membaca cepat. Setelah membaca, peserta diminta mengungkapkan kembali hasil bacaannya. Praktik tersebut menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan memahami dan mengolah informasi secara efektif.
Kemampuan membaca dan memahami informasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memahami risiko, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang memadai.
Narasumber pertama, Ika Damayanti Fatma Negara, S.IP., menyoroti kondisi literasi masyarakat di Indonesia yang masih memerlukan perhatian bersama. Ia mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan membaca dengan menyisihkan waktu di tengah aktivitas sehari-hari. “Ayo, kita mulai sempatkan sedikit waktu untuk membaca!” ajaknya.
Menurut Ika, kebiasaan membaca dapat membantu meningkatkan wawasan sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai informasi dan tawaran yang beredar melalui ruang digital. Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan keterkaitan antara akses pinjaman daring dengan persoalan sosial ekonomi yang dapat muncul ketika seseorang mengalami ketergantungan terhadap aktivitas judi online. Kemudahan memperoleh pinjaman dapat membuat persoalan keuangan semakin berat apabila dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas perjudian. Ia juga menjelaskan mengenai desil sebagai salah satu indikator kondisi sosial ekonomi masyarakat. Apabila data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat melakukan verifikasi melalui dukuh dan kalurahan setempat.
Selain aspek sosial ekonomi, Ika turut menjelaskan sisi psikologis ketergantungan terhadap aktivitas judi online, termasuk kaitannya dengan hormon dopamin. Sensasi mendapatkan hasil atau kemenangan dapat memberikan dorongan tertentu yang membuat seseorang ingin mengulangi aktivitas tersebut. Apabila berlangsung terus-menerus, pola tersebut dapat berkembang menjadi ketergantungan yang sulit dihentikan.
Narasumber kedua, Rio Anggi Fernando, S.Sos., mengupas lebih jauh mengenai seluk-beluk judi online beserta berbagai risiko yang menyertainya. Rio menjelaskan adanya berbagai jebakan psikologis yang dapat membuat seseorang terus terlibat dalam aktivitas tersebut. Salah satunya adalah distorsi kognitif melalui ilusi probabilitas, yaitu kecenderungan seseorang untuk merasa memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh hasil yang diharapkan, meskipun hasil permainan pada dasarnya tidak dapat dipastikan. Selain itu, terdapat pula jebakan emosi dan penolakan terhadap realitas kerugian.
Ketika mengalami kerugian, seseorang dapat terdorong untuk terus mencoba dengan harapan dapat mengembalikan kerugian sebelumnya. Kondisi tersebut justru berpotensi membuat kerugian semakin besar. Rio menggambarkan fenomena tersebut seperti efek hydra, yakni persoalan yang dapat terus muncul dalam bentuk lain meskipun salah satu bagian telah ditangani. Oleh karena itu, upaya pencegahan membutuhkan pemahaman yang menyeluruh, baik dari sisi individu, keluarga, maupun lingkungan sosial. Masyarakat perlu mengenali berbagai pola yang dapat mendorong seseorang semakin terjerat sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sementara itu, Guntur Yudhianto menghadirkan perspektif berdasarkan pengalaman nyata di lingkungan keluarganya. Ia menceritakan perjalanan keluarganya ketika salah satu anggota keluarga mengalami ketergantungan terhadap aktivitas judi online. Guntur mengungkapkan berbagai persoalan yang muncul dan dampaknya terhadap kehidupan keluarga. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan judi online tidak hanya berdampak kepada individu yang terlibat, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan keluarga, kondisi ekonomi, serta lingkungan sosial di sekitarnya. Ia kemudian menceritakan proses yang dilalui keluarganya hingga akhirnya anggota keluarganya tersebut dapat berhenti dari aktivitas tersebut. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa proses keluar dari ketergantungan membutuhkan kemauan, dukungan keluarga, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Kegiatan bedah buku di Padukuhan Kliripan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi digital. Persoalan judi online tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, sosial, dan ketahanan keluarga. Penguatan literasi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemampuan masyarakat menghadapi berbagai tantangan tersebut. Dengan budaya membaca yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu memperoleh pengetahuan, memilah informasi, mengenali berbagai bentuk risiko di ruang digital, serta mengambil keputusan secara lebih bijak. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, keluarga, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, hingga komunitas, juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung upaya pencegahan.
Melalui kegiatan bedah buku ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga memahami, berdiskusi, dan mengambil pelajaran dari berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Dengan demikian, literasi dapat menjadi salah satu bekal penting dalam membangun masyarakat yang lebih kritis, tangguh, dan bijak dalam menghadapi perkembangan era digital.
Penulis: Ajru F.
Editor: Fitriana