KLIRIPAN – Upaya masyarakat Padukuhan Kliripan dalam mengelola sampah terus berkembang melalui Bank Sampah Ngudi Makmur. Sejak dibentuk pada tahun 2025, keberadaan bank sampah ini menjadi salah satu wadah masyarakat untuk memilah, mengumpulkan, dan mengolah sampah agar memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Bank Sampah Ngudi Makmur diketuai oleh Sulastri yang turut aktif menggerakkan kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan Padukuhan Kliripan. Pada awal pembentukannya, kegiatan bank sampah banyak dikelola oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka secara rutin melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual.
Mulai Selasa, 15 September 2026, pengelolaan Bank Sampah Ngudi Makmur semakin diperkuat dengan keterlibatan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kolaborasi antara KWT dan PKK diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menjadikan kegiatan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama di tingkat padukuhan.
Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dipilah berdasarkan jenis dan potensinya. Botol plastik, kertas, kardus, serta berbagai jenis sampah anorganik lainnya yang memiliki nilai jual dikumpulkan untuk kemudian disalurkan kepada pihak yang dapat mengolah atau membeli sampah tersebut.
Selain mengelola sampah anorganik, Bank Sampah Ngudi Makmur juga mulai mengembangkan pengolahan sampah organik cair menjadi pupuk. Pupuk tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan di lingkungan masyarakat.
Pengelolaan sampah organik tersebut menjadi langkah penting karena tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan pengolahan yang tepat, sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang harus dibuang.
Keterlibatan KWT dan PKK juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat. Selain berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini membuka peluang untuk menumbuhkan kesadaran memilah sampah dari rumah serta mengembangkan potensi ekonomi yang berasal dari barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Ke depan, Bank Sampah Ngudi Makmur diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Kolaborasi berbagai unsur masyarakat menjadi modal penting agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui semangat “Berdaya dari Sampah”, Bank Sampah Ngudi Makmur Kliripan membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Sampah yang dikelola dengan baik bukan sekadar berkurang dari lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat baru bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Penulis: Ajru F.
Sumber: Sulastri
Editor: Fitriana