HARGOREJO — Pemerintah Kalurahan Hargorejo memulai kegiatan Pemeliharaan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana yang berlokasi di Bulak Sawah Sindon, yang merupakan Tanah Kas Kalurahan, pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan menerapkan sistem Padat Karya Tunai Kalurahan (PKTK).
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari kerja, mulai 26 hingga 31 Agustus 2026, dengan hari Minggu sebagai hari libur. Pekerjaan dilaksanakan pada pukul 08.00–15.00 WIB. Sebanyak 10 warga lokal dari Padukuhan Sindon dan Ngulakan dilibatkan secara langsung sebagai tenaga kerja dalam kegiatan normalisasi saluran irigasi tersebut.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko banjir yang kerap terjadi di area persawahan Padukuhan Sindon, Ngulakan, dan Kriyan setiap musim penghujan. Luapan air hujan dari saluran irigasi sekunder maupun kawasan permukiman selama ini belum dapat dialirkan secara optimal melalui saluran irigasi tersier. Kondisi tersebut disebabkan oleh penumpukan endapan lumpur yang memicu perbedaan ketinggian lahan serta kondisi saluran irigasi di wilayah Sindon yang belum dinormalisasi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Hargorejo mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) Tahun 2026 yang bersumber dari Dana Desa (DDS). Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud realisasi program prioritas penggunaan Dana Desa melalui skema Padat Karya Tunai Kalurahan.
Melalui kegiatan normalisasi ini, saluran irigasi diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan risiko banjir di area persawahan dapat berkurang. Kondisi tersebut diharapkan turut mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Hargorejo.
Selain memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelolaan irigasi dan pertanian, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Warga yang terlibat sebagai tenaga kerja memperoleh penghasilan sementara selama kegiatan berlangsung dalam bentuk Upah Perangsang Kerja (UPK).
Melalui program Padat Karya ini, Pemerintah Kalurahan Hargorejo tidak hanya berupaya memulihkan fungsi saluran irigasi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga lokal. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung pengurangan risiko banjir, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kalurahan Hargorejo.
Penulis: Savira D.C.
Editor: Fitriana