Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Jemparingan Bajralungit Kliripan mengadakan kegiatan gladhen jemparingan pada Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung secara internal dan diikuti oleh 15 anggota Paguyuban Jemparingan Bajralungit Kliripan.
Kegiatan gladhen jemparingan menjadi salah satu upaya Paguyuban Jemparingan Bajralungit untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus menghidupkan kembali tradisi jemparingan di wilayah Kliripan. Meskipun saat ini peminat jemparingan di Kliripan masih relatif terbatas, paguyuban berkomitmen untuk terus menggiatkan olahraga tradisional tersebut agar semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat.
Jemparingan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang erat dengan konsep olah raga dan olah rasa. Dalam praktiknya, jemparingan mengajarkan ketenangan, konsentrasi, kesabaran, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Jemparingan Bajralungit juga turut mengambil bagian dalam upaya nguri-uri kabudayan atau menjaga dan melestarikan kebudayaan Yogyakarta. Keberadaan jemparingan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga bagi anggota paguyuban, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu kegiatan budaya yang memperkaya potensi lokal di Kliripan.
Lebih jauh, keberadaan jemparingan juga diharapkan dapat menjadi bagian yang mendukung pengembangan potensi wisata di Kliripan, khususnya kawasan wisata eks-tambang mangan. Dengan menggabungkan potensi budaya, olahraga tradisional, dan wisata lokal, kegiatan jemparingan diharapkan mampu memberikan daya tarik tambahan bagi kawasan tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas.
Untuk menambah semarak kegiatan, paniti: Suparmia juga menyediakan bebungah atau hadiah berupa sembako bagi peserta. Adapun bentuk penghargaan yang diberikan meliputi bebungah nemplok serta bebungah titis untuk peringkat 1, 2, dan 3. Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi para anggota untuk terus berlatih dan mengikuti kegiatan jemparingan.
Ketua Paguyuban Jemparingan Bajralungit Kliripan, Setya Hariyanta, yang juga merupakan Dukuh Kliripan, turut mendorong agar kegiatan jemparingan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Keberadaan paguyuban diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan jemparingan sebagai bagian dari warisan budaya Yogyakarta.
Melalui gladhen jemparingan ini, Paguyuban Jemparingan Bajralungit Kliripan menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya menjaga tradisi dan mengembangkan potensi lokal. Ke depan, kegiatan jemparingan di Kliripan diharapkan semakin berkembang, memiliki lebih banyak peminat, serta mampu menjadi salah satu identitas budaya yang turut mendukung kemajuan masyarakat dan potensi wisata setempat.
Penulis : Ajru F
Sumber : Suparmi
Editor : Yuli S