Dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Karang Taruna Anjir berkolaborasi dengan Kelompok KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Mitra Wacana menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Ecoprint pada Sabtu (15/08/2026). Mengusung tema "Padukarya - Satu Padu dalam Warna : Berkarya Bersama Alam", acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB di Balai Padukuhan Anjir ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu RT, pemuda setempat, serta seluruh anggota KKN.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan dari Dukuh Anjir, Saifudin. Dalam penyampaiannya, Saifudin menekankan pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif. Ia juga menyampaikan harapannya agar Karang Taruna Anjir terus konsisten memberikan kontribusi yang bermanfaat, sembari mengajak seluruh masyarakat Padukuhan Anjir untuk senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap setiap program yang diselenggarakan oleh para pemuda.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ruliyanto dari Mitra Wacana. Ia menjelaskan bahwa Mitra Wacana selama beberapa tahun terakhir telah mendampingi pemuda Padukuhan Anjir dalam mengelola organisasi. Selain pengembangan kapasitas pemuda, Mitra Wacana juga aktif bersama Karang Taruna Anjir dan Tim Media Graha Media Hargorejo melakukan kampanye digital terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Lingkup Kalurahan Hargorejo.
Rangkaian acara pelatihan Ecoprint terbagi menjadi dua sesi utama, yaitu pemaparan materi teoritis dan praktik langsung. Sesi Pemaparan Materi dipandu oleh Reza, Ketua KKN 120 UIN Sunan Kalijaga, peserta dibekali wawasan komprehensif mengenai ecoprint. Materi yang disampaikan, meliputi definisi Ecoprint dan pengenalan teknik pewarnaan kain alami menggunakan bahan-bahan tumbuhan, Teknik Ecoprint dengan berbagai ragam metode pengaplikasian motif, alat dan bahan serta persiapan kebutuhan dasar pembuatan ecoprint, kriteria bunga dan daun serta pemilihan dedaunan dan bunga yang mampu menghasilkan pigmen warna optimal, hingga langkah-langkah proses, mulai dari tahapan pengerjaan dari awal hingga pembersihan akhir.
Acara dilanjutkan dengan sesi praktik. Menggunakan tas kain kecil (totebag) dan dedaunan yang telah disediakan panitia, seluruh peserta mempraktikkan langsung teknik pounding dengan menyusun motif alami daun dan memukul-mukul agar pigmen warna tercetak pada media totebag.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta, khususnya ibu-ibu dan pemuda Padukuhan Anjir tidak hanya mendapatkan keterampilan baru di bidang kerajinan ramah lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha kreatif berbasis potensi alam lokal di masa mendatang.
Penulis : Annisa Istika
Editor : Yuli S